Cloud Computing

TUGAS 1 : CLOUD COMPUTING

  
NPM      : 25217026
NAMA   : REGITA PUSPA NINGRUM
KELAS  : 1EB18
DOSEN  : RINA NOVIANA


UNIVERSITAS GUNADARMA

-2017-

PENDAHULUAN

A.    Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran untuk saya membuat sebuah paper ini. Disini saya ingin menjelaskan tentang Cloud Computing yang kegunaannya sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat pada zaman modern. Dulu saat kita menyimpan data di PC/Laptop akan tersimpan pada hardisk PC/Laptop tersebut. Apabila kita ingin mem-Backup data tersebut kita akan menggunakan bantuan flashdisk/CD sebuah benda kecil/sedang yang mudah dibawa kemana – mana. Sekarang dengan adanya program Cloud Computing kita dapat dipermudah lagi untuk mem-Backup data tersebut dengan tanpa menggunakan flashdisk/CD tetapi dengan melalui sebuah aplikasi Cloud Computing. Cukup hanya mendaftarkan email dan mem-Backup data tersebut di aplikasi Cloud ini. Bukan hanya aplikasi Cloud Computing, sekarang telah banyak aplikasi yang menyediakan kebutuhan ini. Apalagi dengan mempermudahkan masyarakat tersebut maka masyarakat pun akan tertarik menggunakannya. Karena, apabila kita menyimpan di flashdisk/CD tersebut kita harus selalu membawanya. Sedangkan, dengan menggunakan aplikasi Cloud Computing ini kita tak perlu lagi membawa – bawa sebuah benda yang ukurannya kecil/sedang itu. Hanya dengan login email pada aplikasi data yang telah kita backup akan ada pada aplikasi tersebut. Jadi, pada saat ada tugas/presentasi kita tak perlu lagi membawa – bawa flashdisk/CD kemana – mana hingga kita lupa membawanya akan menjadi fatal saat tugas/presentasi yang diperlukan. Jika kita menggunakan Cloud Computing kita tak perlu lagi khawatir dengan tertinggalnya flashdisk/CD tersebut yang akan memperlancar pada saat tugas/presentasi yang ingin diperlukan.


B.   Fokus Masalah

Paper ini akan berfokus untuk masyarakat yang belum mengetahui dan ingin menggunakan pada aplikasi Cloud Computing tersebut. Yang nantinya akan kita jelaskan :

1)      Definisi,Sejarah,Karakteristik,Layanan,Komponen Layanan,Contoh Layanan, Terminologi,Manfaat serta kelebihan dan kekurangan pada Cloud Computing.

2)      Cara kerja pada sistem Cloud Computing

ISI

A.    Definisi Cloud Computing

Cloud computing mungkin masih samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan cloud computing di era digital kini sebenarnya telah terasa di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari hari seperti penggunaan email dan juga media sosial.

Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.

Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di dalam diagram jaringan komputer. Sebagaimna awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud.

Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.

Manfaat cloud computing dengan konsep seperti ini adalah makin banyak orang yang bisa memiliki akses dan memanfaatkan sember daya tersebut tanpa harus melakukan investasi besar-besaran. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang seperti sekarang, setiap organisasi akan berfikir ulang untuk berinvestasi tambahan dalam bidang IT. Terlebih hanya untuk mendapatkan layanan yang mungkin akan di perlukan sewaktu-waktu saja.
Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing “Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.”


B.     Sejarah Cloud Computing

Ide awal dari cloud computing dimulai sejak tahun 1960-an, saat john McCarthy, yang merupakan pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa suatu hari nanti cloud computing atau komputasi akan menjadi infrastuktur publik seperti halnya telepon dan listrik, namun pada tahun 1995 seorang Oracle yang bernama Larry Ellison, memunculkan ide “Network Computing” sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu sudah merajai dekstop computingdengan windows 95 nya.

            Larry Ellipson menawarkan ide bahwa sebetulnya pengguna tidak membutuhkan berbagai software mulai dari sistem operasi sampai sofware lainny yang di instal kedalam PC dekstop mereka, PC dekstop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung tersambung dengan sebuah server yang meyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap di akses oleh pengguna.

            Ide Network Computing ini sempat memanas dengan muncuknya beberapa pabrikan sperti Sun Microsystem dan Novel Netware yang menawarkan network computing clien sebagai pengganti dekstop. Namun Gerungan network computing lenyap dengan sendirinya karena masalah jaringan pada saat itu belum memadai sehingga akses network komputing sangat lambat.


            Selanjutnya komputasi awan bergulir sperti bola salju yang menyapu dunia teknologi , dumulai tahun 2005 mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2, Google dengan App Angine nya , tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative, dan lain-lain. Semua inisiatif ini masih terus bergerak dan mencari bentuk terbaiknya, baik dari sisi praktik atau dari sisi akademis, akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang seluruh nama-nama besar terlibat dalam peperangan cloud computing ini.


C.     Karakteristik Cloud Computing

·         On-Demand Self-Services

Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus dapat dimanfaatkan oleh para pengguna melalui beberapa mekanisme swalayan dan dapat langsung tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pengguna.

·         Broad Network Access

Merupakan sebuah layanan cloud computing harus bisa diakses dari kapan saja, dimana saja, dengan software apa pun, yang terpenting kita terhubung ke jaringan internet. misal : Handphone, tablet.

·         Resource Pooling

Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus tersedia secara terpusat dan bisa membagi sumber daya secara cepat dan efisien.

·         Rapid Elasticity

 Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus dapat menaikan dan menurunkan kapasitas sesuai dengan kebutuhan server dan pengguna.

·         Measured Service

Merupakan sebuah layanan cloud computing yang harus disediakan secara terukur dan teratur, karena ini akan dilakukan dalam proses pembayaran.


D.    Layanan Cloud Computing

·         Infrastructure as a Service (IaaS)

Infrastructure as a Service adalah layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.

·         Platform as a Service (PaaS)

Platform as a Service adalah layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.

·         Software as a Service (SaaS)

Software as a Service adalah layanan komputasi awan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut. Contoh layanan aplikasi email yaitu gmail, yahoo dan outlook sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah twitter, facebook dan google+. Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien komputasi awan yang terhubung ke internet. Ada juga aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu Office 365 dan Adobe Creative Cloud.


E.     Komponen Layanan Cloud Computing

Dalam layanan Cloud Computing ada beberapa komponen yang diperlukan, yakni:


1.      Cloud Clients

Seperangkat komputer atau software yang secara khusus didesain untuk penggunaan layanan berbasis cloud computing. Misalnya saja Windows Mobile, Symbian, Windows Terminal Service, CherryPall, Internet Explorer, Firefox, Chrome, dan lain sebagainya.

2.       Cloud Services

Produk, layanan dan solusi yang dipakai dan disampaikan secara real-time melalui media internet. Contohnya web service seperti OpenID, OAuth, Amazon Simple Queue Service, Paypal, Google Checkout, Google Maps, Yahoo! Maps, dan web service sejenis Iainnya.

3.       Cloud Applications

Aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan Cloud Computing dalam arsitektur software sehingga para penggunanya tidak perlu menginstal namun bisa menggunakan aplikasi dengan meng-gunakan komputer. Misalnya saja aplikasi BitTorrent, SETI, Facebook, Google Apps, SalesForce.com, dan lain sebagainya.

4.      Cloud Platform

Layanan berupa platform komputasi yang terdiri dari hardware dan software infrastruktur. Contohnya Python Django, Rubyon Rails, .NET, layanan web hosting, dan Force.com.

5.      Cloud Storage

Melibatkan proses penyimpanan data sebagai sebuah layanan. Misalnya Google Big Table, Amazon SimpleDB, Nirvanix CloudNAS, MobileMe iDisk, dan layanan sejenis lainnya.

6.       Cloud Infrastructure

Penyampaian infrastruktur komputasi sebagai sebuah layanan. Contohnya Sun Grid, GoGrid, Skytab, dan Amazon Elastic Compute Cloud.


F.      Contoh Layanan Cloud Computing

1.      Google Drive

Google Drive adalah layanan penyimpanan secara online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian Storage. Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan.

2.      Windows Azure

Windows Azure adalah sistem operasi yang berbasis komputasi awan, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers. Windows Azure yang mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.

3.      Amazon Web Service

Amazon  Web Service (AWS) merupakan salah satu layanan Platform as service (PaaS) yang dibuat oleh perusahaan Amazon. Dengan menggunakan AWS kita dapat mengembangkan aplikasi dengan mengaktifkan middleware ataupun aplikasi yang dibutuhkan.

4.      Git dan GitHub

Git dan GitHub telah mengubah cara kita bekerja dalam pengembangan web. Mereka menyediakan lokasi berbasis cloud yang terpusat untuk menyimpan, berbagi, menerbitkan, menguji, dan berkolaborasi dalam proyek pengembangan web. Git merevolusi kontrol versi-penting saat Anda memiliki lebih dari satu pengembang yang mengerjakan proyek. GitHub telah menambahkan platform pementasan yang memungkinkan pengembang membagikan prototipe, berkolaborasi dalam proyek, mengedit dan membangun kode masing-masing, dan memberi kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk melakukan kemajuan dalam proses uji coba.


G.    Terminologi dalam Cloud Computing

Setelah kita bahas apa itu Cloud Computing dan jenis layanan-nya, sekarang kita bahas tentang berberapa terminologi yang sering dipakai dalam Cloud Computing. Kita mulai dari 3 terminologi berikut: Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud.


·         Public Cloud, Adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Kita sebagai user tinggal mendaftar ataupun bisa langsung memakai layanan yang ada. Banyak layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa menikmati layanan-nya. Contoh Public Cloud yang gratis: Windows Live Mail, GoogleMail, Facebook, Twitter dan sebagainya.

Contoh Public Cloud yang berbayar: SalesForce, Office 365, Adobe Creative Cloud, Windows Azure, Amazon EC2, dan sebagainya

Keuntungan:

Kita tidak perlu investasi dan merawat infrastruktur, platform ataupun aplikasi. Tinggal pakai secara gratis (untuk layanan yang gratis) atau bayar sejauh pemakaian kita (pay as you go).

Kerugian:

Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet yang kita pakai, jika koneksi internet mati, kita tidak bisa memakai layanan-nya. Untuk itu kita perlu pikirkan secara matang infrastruktur internet-nya. Tidak semua penyedia layanan, menjamin keamanan data kita. Untuk itu kita perlu hati-hati untuk memilih provider Public Cloud ini. Pelajari dengan seksama profil dan Service Level Agreement dari penyedia layanan.

·         Private Cloud,Adalah layanan Cloud Computing, yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal dari organisasi/perusahaan. Biasa-nya departemen IT akan berperan sebagai Service Provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi user (pemakai). Sebagai Service Provider tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform maupun aplikasi yang ada.

                 Contoh layanan-nya:

-          SaaS: Web Application internal, Sharepoint, Mail Server internal, Database Server untuk keperluan internal.

-          PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang disediakan untuk internal.

-          IaaS: Virtual Machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal.


Keuntungan:

-          Keamanan data terjamin, karena dikelola sendiri.

-          Menghemat bandwith internet ketika layanan itu hanya diakses dari jaringan internal.

-          Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, tapi tetap saja tergantung dengan koneksi internet lokal (intranet).

Kerugian:

-          Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastruktur-nya.

-          Butuh tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.


·         Hybrid Cloud, Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang di-implementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.

Contoh-nya:

Perusahaan A, menyewa layanan dari Windows Azure (Public Cloud) sebagai “rumah” yang dipakai untuk aplikasi yang mereka buat, tapi karena aturan undang-udang yang berlaku, data nasabah dari perusahaan A tidak boleh ditaruh di pihak ketiga, karena perusahaan A taat pada aturan yang ada, maka data dari nasabah tetap disimpan di database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan koneksi ke database internal tersebut.Perusahaan B, menyewa layanan dari Office 365 (Public Cloud), karena perusahaan B tersebut sudah punya Active Directory yang berjalan diatas Windows Server mereka (Private Cloud) maka kita bisa konfigurasikan Active Directory tersebut sebagai identity untuk login di Office 365.

Keuntungan:

-          Keamanan data terjamin, karena data bisa dikelola sendiri (hal ini TIDAK berarti bahwa menyimpan data di public cloud tidak aman ya).

-           Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di private cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public cloud dengan tetap menjamin integrasi dari kedua-nya.

Kerugian:

Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private cloud, maka infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.

H.    Manfaat Cloud Computing

·         Semua data tersimpan di server secara terpusat

Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Dengan demikian, pengguna tidak per perlu lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

·         Keamanan Data

Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.

·         Fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi

Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk.

·         Investasi jangka panjang

Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.


I.       Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing

Ø  Kelebihan Cloud Computing  

·         Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya.

·         Bagi application developer, layanan PaaS memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas,

·          Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi.

·         Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet.

·         Integrasi aplikasi dengan berbagai perangkat.


Ø  Kekurangan Cloud Computing

·         Service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery.

·         Privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama.

·         Compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user.

·         Data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud.

·         Data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.

Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:

-          Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider.

-          Kurang memadainya pelatihan dan audit TI.

-          Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada situs provider.

-           Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data.

-          Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar.

-          Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator.

-          Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider.

-          Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap peraturan.

J.       Cara Kerja Cloud Computing

            Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.


Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet.



KESIMPULAN

Cloud Computing merupakan Komputasi Awan dalam suatu jaringan komputer yang dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat zaman digital yang dapat memudahkan dalam menyimpan atau mem-backup suatu data. Dengan tersedia beberapa layanan cloud computing terdiri dari ; Google drive,Windows Azure, Amazon Web Service, Git dan GitHub. Sehingga memiliki cara kerja yang mudah untuk digunakan hanya cukup memiliki email yang aktif maka masyarakat bias menggunakannya.



DAFTAR PUSTAKA

http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan-contoh-cloud-computing.html

https://cloud.datacomm.co.id/blog/definisi-cloud-computing/

http://natery.blog.widyatama.ac.id/tag/definisi-cloud-computing/

http://referensiartikel.blogspot.co.id/2013/12/komponen-layanan-cloud-computing.html

http://www.progresstech.co.id/blog/jenis-cloud/

https://bfl-definisi.blogspot.co.id/2017/05/pengertian-manfaat-jenis-contoh-cloud-computing.html

http://sraportofolio.blogspot.co.id/2013/03/kelebihan-dan-kekurangan-cloud-computing.html




Komentar